headerphoto

Pemilu Kampus UPY

Jum`at, 15 Mei 2009 10:13:05 - oleh : admin

Sampai awal bulan Mei 2009 di kampus Universitas telah mengadakan penjaringan bakal calon (balon) Rektor periode 2009-2013, Senin 11 Mei 2009 acara telah dimulai dengan Sosialisasi Jajak Pendapat Bakal Calon Rektor 2009-20013. Sabtu, 16 Mei 2009 jam 09.00-12.00 WIB pelaksanaan Jajak Pendapat Pemilihan Calon Rektor Universitas PGRI Yogyakarta.

Berdasarkan peraturan yang dianut di UPY Rektor sebenarnya adalah hak sepenuhnya Yayasan Universitas PGRI Yogyakarta, tetapi pihak Lembaga akan memberikan kesempatan kepada seluruh civitas akademik untuk memberikan sumbangan pemilhan Rektor. Masalah hasil jajak pendapat akan dipakai untuk mengangkat Rektor oleh Yayasan adalah masalah nanti, atau hanya sebagai penjajakan atau mengetahui keinginan civitas akademik mengenai salah satu Calon Rektor yang sudah dipersiapkan lebih dulu oleh Yayasan (atau calon Ketua Yayasan berikutnya karena masa kerja Pengurus Yayasan yang sekarang juga hampir bersamaan habisnya). Dua kemungkinan ini yang terasa sekali terjadi, karena indikasi proses penjaringan yang sudah berlangsung demikian sehingga sampai adanya perpanjangan waktu. Bahkan ada opini kemungkinan jajak pendapat hanya sebagai ujicoba terhadap salah seorang kandidat yang dipastikan diangkat karena alasan yang bisa dijadikan partner yang sangat strategis di masa pemilihan berikutnya kata beberapa nara sumber yang penulis bisa hubungi. Dengan tulisan ini diharapkan opini tersebut tidak terjadi dan Rektor terpilih dan diangkat merupakan pemimipin yang bisa bebas untuk memikirkan kelangsungan civitas akademika UPY dan mampu memperoleh prestasi yang sangat menggembirakan. Kata kuncinya adalah bisa menyatukan langkah dari segala komponen baik secara internal dan eksternal dan berotonomi untuk menjalankan kepemimpinan bukan sekedar boneka untuk loncatan di masa berikutnya. Seorang pemimpin bila bisa manjing ajur ajer dalam kehidupan kampus yang harmonis untuk kedepannya tanpa bermain politik akan tetap terpilih dan masih menduduki jabatan.

Terlepas dari hal tersebut diatas pergantian Rektor harus tetap berjalan, hanya ada beberapa catatan bahwa figur Rektor untuk masa yang akan datang adalah seorang pengganti yang mampu meningkatkan prestasi yang selama ini telah diperoleh. Mempunyai wawasan yang lebih maju untuk masa depan Universitas PGRI Yogyakarta dengan minimal memiliki program kerja yang mapan dan berorientasi kedepan yang lebih baik. Persaingan Perguruan Tinggi saat ini cenderung sangat ketat dan transparan baik secara internal maupun eksternal. Internal harus dapat membenahi manajemen yang belum menjapai target pada masa sekarang ini, baik dalam bidang akademik ataupun kepegawaian. Masih banyak hal tersebut yang masih perlu penanganan tersendiri. Sehingga iklim dan etos kerja meningkat secara signifikan walaupun saat ini semua itu sudah berjalan minimal sesuai dengan program kerja kepemimpinan yang sekarang. Pembenahan/penyesuaian secara akademik harus segara dilaksanakan karena sangat berpengaruh dalam kompetesi secara ekternal di masa yang akan datang. Pihak Yayasan dan Lembaga harus sudah mengacu pada perkembangan saat ini dan harus sudh mensikapi dengan langkah-langkah kedepan yang lebih responsif baik internal dan eksternal. Apalagi bagi perguruan tinggi yang belum mempunyai owner yang bisa saling menguntungkan. Ironis disaat ini tidak bisa menjalin kerjasama dengan pihak lain (dan tidak harus dengan pihak luar negeri) paling tidak sudah berfikir pengelolaan alumni yang lebih intensif karena berdampak pada akademik dan animo calon mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi dan hal yang harus diperhatikan hibah untuk perguruan tinggi menuntut hal itu semua. Hibah sangat ketat persaingannya karena sangat besar sumbangannya terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Mari kita sukseskan jajak pendapat di perguruan tinggi kita, mari kita jajaki calon-calon pemimpin kita walaupun hanya 70 % suara kita dalam pemilihan tersebut, karena 30 persen adalah hak Yayasan. Semoga hak 30% tersebut bukan sebagai hak prerogatif  Yayasan yang akan datang digunakan dalam kondisi normal kecuali dalam kondisi yang sangat terpaksa dan terdesak situasi, berilah kepercayaan penuh kepada calon Rektor yang mendapatkan suara terbanyak untuk memimpin Lembaga UPY sehingga campur tangan yang bermuatan politik praktis dan kepentingan pribadi.

Pilih calon Rektor yang mempunyai kriteria, kinerja dan kemungkinan bisa membawa kemajuan yang lebih besar terhadap UPY. Jangan asal memberikan pilihan karena ambisius dan keinginan semata, tapi lihat kinerja yang telah dicapai dan terutama manajerial kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi sekarang. Minimal tidak buta teknologi karena sekarang adalah era tehnologi, karena terasa sekali dampak itu terhadap pengambilan keputusan yang cepat dan segara tanggap situasi. Tolak politik kepemimpinan antar waktu (hanya untuk menggantikan sementara) karena sangat merugikan keberlangsungan dan kemajuan UPY. Kita butuh pemimpin yang benar-benar bisa membawa kemajuan baik secara internal dan ekternal bukan hanya sekedar boneka untuk pemilihan periode yang akan datang 2013-2017 Mari berjuang untuk mempertahankan suara terbanyak dan berbobot serta berprestasi menjadi kandidat Rektor UPY periode 2009-2013.  (yo2k052009).

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya