headerphoto

Gagasan Masa Depan Seorang Tukang Ngarit

Sabtu, 6 Juni 2009 16:26:22 - oleh : admin

Bantul, 06 Juni 2009

Sebuah komunitas baik yang bersifat formal atau non formal selayaknya bisa menerapkan sebuah manajemen kepemimpinan yang demokratis dan dinamis selalu mengikuti perkembangan jaman ke jaman. Ironis sekali kita gembar-gembor demokrasi kalau hanya simbolis dan tidak pernah dijalankan apalagi hanya sebagai kedok belaka untuk tujuan-tujuan yang bersifat pribadi. Seorang pimpinan yang ideal adalah seorang yang mampu mengakamodir berbagai kepentingan umum walaupun tidak semua bisa terlaksana sesuai dengan tujuan. Paling tidak bisa dimulai dan laksanakan sesuai dengan rumus paling tidak bisa,mampu dan bermanfaat menyingkirkan berbagai kepentingan yang sifatnya personal.

Pemimpin yang mampu manjing, ajur dan ajer dalam komunitas yang diikuti akan mampu bekerja dengan baik, pembantu-pembantu pimpinan yang dalam hal ini diberikan tanggungjawab menjalankan amanah dan tugas itu lebih loyal dan royal terhadap pekerjaannya. Mereka tidak akan banyak melakukan kesalahan karena dalam bekerja menemukan ketenangan, keharminisan, keseriusan dengan kondisi yang kondosif maka akan membuahkan hasil yang menggembirakan. Pemimpin harus bisa seperti itu sehingga roda kemajuan akan jelas terlihat dan ibarat mobil arah, jalan dan tujuannya jelas ditambah tanggap pada lingkungan sehingga pengetahuan, prestasi dan pengalaman akan sangat bermanfaat dalam perjalanan tersebut. Bila seorang pimpinan hanya sebagai simbol maka yang terjadi akan jauh dari harapan bahkan jalan ditempat dan cemooh serta hujatan yang muncul.

Sebuah lembaga apalagi swasta diperlukan orang yang berkemampuan plus karena harus bisa menjalankan roda kepemimpinan dengan segala kelebihan sehingga mampu memproduk, membiayai dan memberikan keuntungan yang jelas walaupun tidak harus diukur dengan uang. Perjalanan pergantian pimpinan di lembaga kita sementara ini yang terjadi adalah sarat dengan berbagai kepentingan dan terindikasi bersifat pribadi. Sebuah demokrasi terjerat dan terabaikan dengan terbuktinya suara akar rumput tidak bisa di dengar karena hanya seorang yang berkepentingan bahkan bisikan-bisikan menjanjikan. Bila yang terjadi demikian maka sudah bisa diprediksi kondisi kerja tidak akan lagi kondosif bahkan kecenderungan dibiarkan saja bergulir yang penting seorang tukang ngarit masih bisa mengais rejeki dan bisa ngerumpi dengan sesama teman, bahkan ironis bila hanya sebagai tempat mampir atau batu loncatan. karena sudah purna di tempat lain.  Coba kembali pada masa lampau sudah terjadikah ??? jawabnya adalah ada pada pemegang kekuasaan dan hati nuraninya sendiri.

Harapan dan keinginan bahkan banyak program-program tukang ngarit terkadang lebih realistis, nyata dan bagus ketimbang program si juragan atau majikannya. Tetapi karena hanya sebagai tukang ngarit yang tidak punya taring maka program dan harapan itu tak pernah kesampaian. Harapan yang paling kecil misalkan suaranya yang telah diberikan tidak dapat menjadi totak ukur keterwakilan di sebuah lembaga. Harapan si tukang ngarit sebenarnya sederhana diperhatikan dan bisa membawa kemajuan lembaga ini tanpa ada kepentingan personal yang kental dan melekat. Aturan yang dipakai tidak jelas walaupun aturan itu sudah baku tetapi karena sarat kepentingan maka aturan tandinga n atau pendamping muncul demi memuluskan keinginan. Cobalah kita kembalikan lagi pada prinsip : bagaimana cara memperoleh, mempertahankan dan menguasai. Cara memperoleh akan menjadi dasar mempertahankan dan menguasai, maka bila memperolehnya tidak benar, untuk mempertahankannya juga tidak benar apalagi menguasai. Ini salah satu gambaran yang akan terjadi dikemudian hari.

Kepada siapapun yang akan menjadi pimpinan harapan seorang tukang ngarit hanya satu bisa ngarit dengan kondisi kondosif, terpikirkan nasibnya dan ladangnya. Maka marilah bersama-sama saling bau membau untuk menyamakan langkah dan pola pikir demi ladang kita supaya menjadi ladang yang makmur, terprogram dan lepas dari pengaruh personal karena ladang itu adalah ladang kita bersama, kita program pimpinan adalah simbol dari kita bersama bukan simbol kelompok atau pribadi tertentu. Jadikanlah pimpinan tunduk terhadap keputusan bersama bukan keputusan pribadi. Yo2k Juni209.

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya