Historia UPY Site
Rubrik : Arikel
10 hal tentang pendidikan di Jepang
2012-10-31 20:43:46 - by : nuriman


Kita
tahu bahwa Pendidikan di Jepang sangatlah berkualitas. Ini terbukti dari
pendidikan penduduknya yang mayoritas berhasil. Mereka tumbuh menjadi
insan-insan profesional dan teruji hingga membawa dampak pada perkembangan
kemajuan negaranya di segala bidang.


Kali
ini marilah sedikit kita mengetahui bagaimanakah negara ini mengatur sistem
sekolah bagi warganya.



  1. Ajaran Baru di Jepang di mulai
    pada bulan April dan berakhir pada Maret tahun berikutnya. ini berlaku
    pada setiap tingkatan (SD-Perguruan Tinggi)

  2. Jepang menggunakan sistem CAWU.
    Dalam setahun ada 3 CAWU. Beda dengan di Indonesia yang menggunakan sistem
    semester. Agustus-September libur musim panas selama 40 hari.

  3. Bulan September masuk 5 kali
    dalam seminggu.

  4. Usia 6 tahun adalah usia wajib
    belajar bagi anak-anak Jepang. Bagi Orang tua yang tidak menyekolahkan
    anaknya ke SD-SMP akan di hukum oleh pemerintah.

  5. Jepang tidak mengenal sistem “tidak naik kelas“. Semua siswa akan naik ke
    tingkat selanjutnya secara otomatis. Sehingga di setiap tingkat tetap
    terisi oleh anak-anak yang seusia.

  6. Jepang tidak mengijinkan adanya
    kelas khusus / kelas unggulan atau akselerasi bagi mereka-mereka yang
    pintar-pintar dalam satu kelas khusus. Jepang hanya mengijinkan anak-anak
    yang pintar dalam Ilmu Sains dan Teknologi saja yang bisa masuk Perguruan
    Tinggi lebih cepat.

  7. Kurikulum di Jepang akan
    diperbarui dalam tempo 10 tahun sekali mengikuti perkembangan teknologi
    yang ada.

  8. Evaluasi tidak hanya dari guru
    kepada siswanya, tapi juga siswa mengevaluasi gurunya demi manfaat
    pengajaran yang lebih baik.

  9. Jepang tidak mengenal standar
    nasional atau Internasional untuk pendidikannya. Jepang tidak menyediakan
    sekolah khusus bagi anak-anak yang pintar . mereka memandang bahwa sekolah
    adalah hak semua siswa di Jepang. di Indonesia misalnya ada SBI (sekolah
    berstandar Internasional) atau sekolah unggulan.

  10. Akan banyak simpati dari warga
    Jepang kepada Bos atau perusahaan yang memperkerjakan anak-anak yang
    memiliki keterlambatan berfikir, kecacatan dan juga keterbelakangan.


Bagaimana
dengan di Indonesia?, Apakah tidak ada keinginan kita mengadopsi keberhasilan
negara lain dalam menyiapkan warganya menjadi warga yang terampil dan cakap
serta bersaing secara International seperti Jepang?. Siap atau tidak siap
bukanlah halangan, yang penting ada awal untuk memulainya.


 Kita
tahu bahwa Pendidikan di Jepang sangatlah berkualitas. Ini terbukti dari
pendidikan penduduknya yang mayoritas berhasil. Mereka tumbuh menjadi
insan-insan profesional dan teruji hingga membawa dampak pada perkembangan
kemajuan negaranya di segala bidang.


Kali
ini marilah sedikit kita mengetahui bagaimanakah negara ini mengatur sistem
sekolah bagi warganya.



  1. Ajaran Baru di Jepang di mulai
    pada bulan April dan berakhir pada Maret tahun berikutnya. ini berlaku
    pada setiap tingkatan (SD-Perguruan Tinggi)

  2. Jepang menggunakan sistem CAWU.
    Dalam setahun ada 3 CAWU. Beda dengan di Indonesia yang menggunakan sistem
    semester. Agustus-September libur musim panas selama 40 hari.

  3. Bulan September masuk 5 kali
    dalam seminggu.

  4. Usia 6 tahun adalah usia wajib
    belajar bagi anak-anak Jepang. Bagi Orang tua yang tidak menyekolahkan
    anaknya ke SD-SMP akan di hukum oleh pemerintah.

  5. Jepang tidak mengenal sistem “tidak naik kelas“. Semua siswa akan naik ke
    tingkat selanjutnya secara otomatis. Sehingga di setiap tingkat tetap
    terisi oleh anak-anak yang seusia.

  6. Jepang tidak mengijinkan adanya
    kelas khusus / kelas unggulan atau akselerasi bagi mereka-mereka yang
    pintar-pintar dalam satu kelas khusus. Jepang hanya mengijinkan anak-anak
    yang pintar dalam Ilmu Sains dan Teknologi saja yang bisa masuk Perguruan
    Tinggi lebih cepat.

  7. Kurikulum di Jepang akan
    diperbarui dalam tempo 10 tahun sekali mengikuti perkembangan teknologi
    yang ada.

  8. Evaluasi tidak hanya dari guru
    kepada siswanya, tapi juga siswa mengevaluasi gurunya demi manfaat
    pengajaran yang lebih baik.

  9. Jepang tidak mengenal standar
    nasional atau Internasional untuk pendidikannya. Jepang tidak menyediakan
    sekolah khusus bagi anak-anak yang pintar . mereka memandang bahwa sekolah
    adalah hak semua siswa di Jepang. di Indonesia misalnya ada SBI (sekolah
    berstandar Internasional) atau sekolah unggulan.

  10. Akan banyak simpati dari warga
    Jepang kepada Bos atau perusahaan yang memperkerjakan anak-anak yang
    memiliki keterlambatan berfikir, kecacatan dan juga keterbelakangan.


Bagaimana
dengan di Indonesia?, Apakah tidak ada keinginan kita mengadopsi keberhasilan
negara lain dalam menyiapkan warganya menjadi warga yang terampil dan cakap
serta bersaing secara International seperti Jepang?. Siap atau tidak siap
bukanlah halangan, yang penting ada awal untuk memulainya.


 Kita
tahu bahwa Pendidikan di Jepang sangatlah berkualitas. Ini terbukti dari
pendidikan penduduknya yang mayoritas berhasil. Mereka tumbuh menjadi
insan-insan profesional dan teruji hingga membawa dampak pada perkembangan
kemajuan negaranya di segala bidang.


Kali
ini marilah sedikit kita mengetahui bagaimanakah negara ini mengatur sistem
sekolah bagi warganya.



  1. Ajaran Baru di Jepang di mulai
    pada bulan April dan berakhir pada Maret tahun berikutnya. ini berlaku
    pada setiap tingkatan (SD-Perguruan Tinggi)

  2. Jepang menggunakan sistem CAWU.
    Dalam setahun ada 3 CAWU. Beda dengan di Indonesia yang menggunakan sistem
    semester. Agustus-September libur musim panas selama 40 hari.

  3. Bulan September masuk 5 kali
    dalam seminggu.

  4. Usia 6 tahun adalah usia wajib
    belajar bagi anak-anak Jepang. Bagi Orang tua yang tidak menyekolahkan
    anaknya ke SD-SMP akan di hukum oleh pemerintah.

  5. Jepang tidak mengenal sistem “tidak naik kelas“. Semua siswa akan naik ke
    tingkat selanjutnya secara otomatis. Sehingga di setiap tingkat tetap
    terisi oleh anak-anak yang seusia.

  6. Jepang tidak mengijinkan adanya
    kelas khusus / kelas unggulan atau akselerasi bagi mereka-mereka yang
    pintar-pintar dalam satu kelas khusus. Jepang hanya mengijinkan anak-anak
    yang pintar dalam Ilmu Sains dan Teknologi saja yang bisa masuk Perguruan
    Tinggi lebih cepat.

  7. Kurikulum di Jepang akan
    diperbarui dalam tempo 10 tahun sekali mengikuti perkembangan teknologi
    yang ada.

  8. Evaluasi tidak hanya dari guru
    kepada siswanya, tapi juga siswa mengevaluasi gurunya demi manfaat
    pengajaran yang lebih baik.

  9. Jepang tidak mengenal standar
    nasional atau Internasional untuk pendidikannya. Jepang tidak menyediakan
    sekolah khusus bagi anak-anak yang pintar . mereka memandang bahwa sekolah
    adalah hak semua siswa di Jepang. di Indonesia misalnya ada SBI (sekolah
    berstandar Internasional) atau sekolah unggulan.

  10. Akan banyak simpati dari warga
    Jepang kepada Bos atau perusahaan yang memperkerjakan anak-anak yang
    memiliki keterlambatan berfikir, kecacatan dan juga keterbelakangan.


Bagaimana
dengan di Indonesia?, Apakah tidak ada keinginan kita mengadopsi keberhasilan
negara lain dalam menyiapkan warganya menjadi warga yang terampil dan cakap
serta bersaing secara International seperti Jepang?. Siap atau tidak siap
bukanlah halangan, yang penting ada awal untuk memulainya.


 


Historia UPY Site : http://localhost
Versi Online : http://localhost/?pilih=news&aksi=lihat&id=102