Historia UPY Site
Rubrik : Arikel
USMAN HARUN MAMPU JATUHKAN PESAWAT TEMPUR
2014-02-13 21:11:00 - by : admin

Usman
Harun mampu jatuhkan pesawat tempur
Eidi Krina
Jason Sembiring
Senin,  10 Februari 2014  - 
17:52 WIB


Pemerintah
Singapura memprotes penyematan nama Sersan Usman Haji Mohamad Ali dan Kopral
Harun Said pada salah satu dari tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) baru
milik TNI AL. Lantas, apa saja spesifikasi kapal buatan BAE System Marine
Inggris tersebut?


Berdasarkan
penelusuran Sindonews dari sejumlah
situs militer, diketahui spesifikasi kapal tersebut dilengkapi dengan misil
MBDA Exocet Block II anti-ship serta VL MICA antiair. Misil Exocet mampu
melesat hingga 72 km dengan kecepatan 1,134 km per jam. Sedangkan, VL Mica
mampu melesat hingga 80 km untuk menjatuhkan serangan pesawat tempur. Kapal
perang kelas korvet dengan bobot 1.940 ton ini juga dilangkapi meriam Oto
Melara 76mm sebagai pertahanan. Meriam ini dapat digunakan sebagai pertahanan
atas tembakan kapal lawan dan menargetkan serangan udara. Terpasang di dek
bagian depan. Selain itu, senjata ini mampu menembakkan 110 butir amunisi
dengan jarak tembak sejauh 16 km. Terdapat juga dua peluncur torpedo triple
tube kaliber 324mm. Dari jenis senjata yang disebutkan tadi, semua sudah bukan
barang baru bagi awak kapal tempur TNI AL, kecuali satu, yaitu rudal anti
serangan udara Mica. Alasannya jelas, bahwa seumur-umur SAM VLS belum pernah
digunakan TNI AL.


Keunggulan
lainnya, kapal ini memiliki sensor dan radar jammer yang lihai memantau
pergerakan kapal musuh. Thales Sensors Cutlass 242 dan Scorpion radar jammer
ini mampu mencegah serangan dari kapal musuh. Sebagai alat penggerak, kapal ini
dilengkapi empat mesin MAN 20 RK270 yang dipasang di kedua sisi kapal.
Sehingga, kapal ini mampu melesat dengan kecepatan hingga 30 knot. Rencananya,
kapal ini akan tiba di Indonesia pada menjelang akhir tahun. Indonesia memesan
tiga kapal sejenis yang diberi nama masing-masing KRI Bung Tomo, Usman-Harun
dan John Lie. Ketiganya merupakan pahlawan nasional Indonesia. Sekadar
informasi, kapal ini sebelumnya dibuat khusus untuk Angkatan Laut Kerajaan
Brunei Darussalam. Pada tahun 1995 kontrak pembuatan kapal ini dimulai dan
diluncurkan secara berturut-turut pada Januari 2001, Juni 2001 hingga Juni
2002. Seharusnya kapal ini sudah dipindahtangankan pada Brunei pada Juni 2007.
Namun, pemerintah Brunei memutus perjanjian dengan alasan kekurangan personel
untuk mengoperasikannya. Pihak Brunei lantas menghubungi perusahaan German
Lrssen untuk mencari pembeli baru. Lima tahun kemudian, Indonesia baru menyatakan
tertarik membeli ketiga kapal itu dan diharapkan dapat beroperasi dalam kurun
2013-2014.


Seperti
diketahui, Singapura memprotes penamaan KRI Usman Harun karena keduanya
merupakan tokoh yang ditangkap dan dihukum gantung oleh pemerintah Singapura
atas tuduhan melakukan pengeboman di sekitar MacDonald House di Orchard Road,
Singapura pada 10 Maret 1965. Jenazah keduanya pun telah dimakamkan di taman
makam pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.


 


 

Historia UPY Site : http://localhost
Versi Online : http://localhost/?pilih=news&aksi=lihat&id=105