Historia UPY Site
Rubrik : Arikel
Pendidikan Karakter Seorang Ayah
2011-11-09 15:29:24 - by : admin


“Satu Ayah lebih berharga dari
100 guru disekolah” – George Herbert


 


Ada sebuah kisah, tentang
seorang ayah yang sudah terpisah lama dengan anaknya. Karena suatu hal, sang
anak lari dari rumah dan sang ayah mencarinya selama berbulan-bulan tanpa
hasil. Akhirnya munculah ide dari sang ayah, untuk memasang iklan di Koran,
surat kabar yang paling besar dan terkenal se Ibukota.  Bunyi iklan
tersebut: “Pato sayang, temui aku di depan kantor surat kabar ini, jam 12 siang
hari sabtu ini. Semua sudah aku ampuni, aku mengasihimu nak”. Lalu hari yang di
tunggu tiba, ternyata ada 800 orang bernama Pato berkumpul mencari pengampunan
dari seorang ayah yang sangat mengasihi.


Data dari statistic mengatakan
bahwa orang yang bertumbuh tanpa kasih sayang  seorang ayah akan tumbuh
dengan kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri dan menjadi criminal yang
kejam.  Sekitar 70% para penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup
adalah orang yang bertumbuh tanpa ayah (tanpa kedekatan emosional dari
ayahnya).


 


Ada 2 hal penting rahasia sukses
dari seorang ayah yang bisa diturunkan kepada anaknya. Apa itu?


 


1.     Pelajaran Untuk Survival.


Dari
ayah kita akan belajar mengenai pelajaran yang sangat kompleks tentang
bertahan hidup. Kenapa kompleks, sebab banyak hal yang perlu di “jaga”
kestabilannya dalam hidup. Dalam keluarga, bagaimana ayah berperan dalam
keluarga, memperlakukan ibu kita – yang kelak akan kita contoh dan duplikasi
kepada pasangan kita. Membantu membesarkan hati anak jika ada masalah – kelak
akan kita lakukan juga pada anak kita (ingat menjadi orangtua tidak
ada sekolahnya, kita hanya mencontoh apa yang orang tua kita lakukan kepada kita). Kehidupan
ekonomi keluarga, bagaimana ayah berperan dalam hal memenuhi kebutuhan
keluarga. Dalam hal bertahan hidup kita akan belajar dari seorang ayah.


2.    Masalah Karir.


Yang
satu ini adalah penting jika kita ingin sukses secara financial dan karir, maka
perbaiki hubungan kita dengan ayah (bagi yang sudah besar) bagi kaum ayah muda,
berelasilah dengan baik dengan anak anda. Kenapa? Dari seorang ayah, akan
“diturunkan” kemampuan berkarir dan mendapatkan kemudahan dalam karir. Ingat
yang point pertama, secara mendasar kita belajar survival dan dalam urusan bekerja seorang ayah adalah
“mesin pencetak uang”. Relasi yang baik antara ayah dan anak akan sangat
membantu sang anak untuk menuai sukses dikemudian hari saat dia memasuki dunia
kerja.


 


Banyak klien saya yang hubungan
dan relasinya hancur dengan sang ayah sejak lama, kemudian dengan segala
kerendahan hatinya memulai hubungan yang baru dan saling memaafkan maka
rejekinya juga berubah. Disamping itu juga Doa seorang ayah untuk anaknya
bagaikan “turbo” untuk kesuksesan seorang anak. Bahkan doa yang benar-benar
dilakukan seorang ayah, mampu mengubah karir seorang anak jauh melampaui
karirnya sang ayah. Banyak kasus terjadi di dalam ruang terapi saya, pekerjaan
yang buntu hanya perlu berbaikan pada sang ayah. Mudah bukan?


Figur seorang Ayah adalah figur
yang sangat penting dijaman sekarang ini. Karena banyak sekali anak yang
kehilangan figur seorang ayah dan mencari perhatian ayahnya dengan melakukan
apa yang kita sebut “kenakalan”.


“Kulakukan ini semua untuk
keluarga” adalah jawaban klasik yang muncul di mulut kebanyakan ayah, “saya
bekerja untuk siapa kalau bukan untuk keluarga”, tetapi yang sering terjadi
adalah keluarga menjadi korban. Maunya yang terbaik buat keluarga tetapi
keluarga jadi korbannya kelak dan dimasa tuanya terjadi kebingungan, kenapa
keluarga kok amburadul semua, “salah dimana?” Ya tentunya anda sekalian tahu
dimana letak salahnya, bukan. Seorang manusia, akan mempunyai kehidupan yang
maksimal jika “dia diampuni dan mau mengampuni”. Ini adalah dasarnya. Bagi anda
seorang ayah, maukah anda mengampuni anak dan minta maaf kepada anak untuk
kebaikannya kelak dikehidupan masa depan? Dan anda sendiri sebagai ayah akan
menjadi ayah yang sangat maksimal bagi keluarga dan lingkungan sekitar anda.


Para Ayah, anda sangat
dirindukan dan dibutuhkan anak-anak anda untuk bekal kehidupan di masa
depannya. Jangan habiskan seluruh energy dan waktu di tempat kerja, sehingga
waktu dirumah hanyalah sisa energy dan duduk menonton tv atau membaca koran.
Seorang anak perlu pelukan dan telinga dari ayahnya untuk mendengar, mengerti
apa yang diceritakan sang anak. Ajarkan kebenaran tentang moral dan sopan
santun dan tentunya para ayah tidak akan menyesal kelak dalam kehidupan dewasa
sang anak akan mengamalkan didikan dari sang ayah. “Seorang ayah mampu membantu
menggerakan perekonomian dunia dan mensejaterahkan kehidupan yang lebih layak
untuk kehidupan di BUMI ini”

Historia UPY Site : http://localhost
Versi Online : http://localhost/?pilih=news&aksi=lihat&id=94