headerphoto

Ciri-ciri waktu jaman Pra Sejarah Indonesia

Senin, 20 September 2010 19:00:51 - oleh : admin

Bantul, (YPM), 19 September 2010

JAMAN BATU

Jaman ini terbagi menjadi 4 Jaman yaitu :

i.     Palaeolithikum (Jaman Batu Tua),

Pada Jaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb adalah :

  • Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut "Chopper" (alat penetak/pemotong)
  • Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi
  • Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.

Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk : berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.

  • Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi :
  • Kebudayaan Pacitan dan Ngandong

Manusia pendukung kebudayaan

  • Pacitan : Pithecanthropus dan
  • Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.

 

ii.  Mesolithikum (Jaman Batu Tengah)

Ciri Jaman Mesolithikum :

  • Alat-alat pada Jaman ini hampir sama dengan Jaman Palaeolithikum.
  • Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut "kjoken modinger" (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah)
  • Alat-alat Jaman Mesolithikum :
  • Kapak genggam (peble)
  • Kapak pendek (hache Courte)
  • Pipisan (batu-batu penggiling)
  • Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
  • Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
  • Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut "Abris Sous Roche " Adapun alat-alat tersebut adalah :
  • Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
  • Ujung mata panah,
  • batu penggilingan (pipisan),
  • kapak,
  • alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
  • Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :

  • Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
  • Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
  • Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
  • Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua -Melanosoid

 

iii. Neolithikum (Jaman Batu Muda)

Pada Jaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.

Contoh alat tersebut :

  • Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
  • Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
  • Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
  • Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jAwa
  • Pakaian (dari kulit kayu)
  • Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)
  • Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer -Indochina)

 

iv. Megalithikum (Jaman Batu Besar )

Hasil kebudayaan Jaman Megalithikum adalah sebagai berikut :

  • Menhir , adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang
  • Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
  • Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
  • Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain
  • Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat

JAMAN LOGAM

 Jaman ini terbagi menjadi 2 Jaman yaitu :

1.  Jaman Perunggu

Hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia adalah :

  • Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan Irian. Kegunaannya sebagi alat perkakas.
  • Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan maskawin.
  • Bejana Perunggu, bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan di Madura dan Sumatera
  • Arca-arca Perunggu, banyak ditemukan di Bangkinang(Riau), Lumajang (Jatim) dan Bogor (Jabar)
  • Perhiasan : gelang, anting-anting, kalung dan cincin.

Kebudayaan Perunggu sering disebut juga sebagi kebudayaan Dongson-Tonkin Cina  karena disanalah Pusat Kebudayaan Perunggu.

 

2.  Jaman Besi

Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.

Alat-alat yang ditemukan adalah :

  • Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
  • Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
  • Mata pisau
  • Mata pedang
  • Cangkul, dll

Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul(Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Bahan Ajar Kuliah" Lainnya