headerphoto

Kehidupan dan Jenis Manusia Purba

Selasa, 21 September 2010 01:00:32 - oleh : admin

FOOD GATHERING

Ciri Jaman ini adalah  :

 ·  Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan

  • Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
  • Tempat tinggalnya : gua-gua
  • Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa
  • Jaman ini hampir bersamaan dengan Jaman batu tua (Palaeolithikum) dan Jaman batu tengah (Mesolithikum)

 

FOOD  PRODUCING

  • Ciri Jaman ini adalah :
  • Telah mulai menetap
  • Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal
  • Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
  • Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
  • Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu
  • Alat-alatnya sudah diupam/diasah

Jaman bercocok tanam ini bersamaan dengan Jaman Neolithikum (Jaman batu muda) dan Jaman Megalithikum (Jaman batu besar)

JAMAN PERUNDAGIAN

  • Manusia telah pandai membuat alat-alat dari logam dengan keterampilandan keahlian khusus
  • Teknik pembuatan benda dari logam disebut a cire perdue yaitu, dibuat model cetakannya dulu dari lilin yang ditutup dengan tanah liat kemudian dipanaskan sehingga lilinya mencair. Setelah itu dituangkan logamnya.
  • Tingkat perekonomian masyarakat telah mencapai kemakmuran
  • Sudah mengenal bersawah
  • Alat-alat yang dihasilkan : kapak corong, nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari logam
  • Telah mencapai taraf perkembangan sosial ekonomi yang mantap

MANUSIA  PURBA DI INDONESIA

Penelitian manusia purba di Indonesia dilakukan oleh :

1.  Eugena Dobois,

Dia adalah yang pertama kali  tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.

  • Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)
  • Fosil lain yang ditemukan adalah :

Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.

  • Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto
  • Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo

2.  G.H.R Von Koeningswald

Hasil penemuan beliau adalah : Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 - 1941 ditemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus  dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.

3.  Penemuan lain tentang manusia Purba :

Ditemukan tengkorak, rahang, tulang pinggul dan tulang paha manusia Meganthropus, Homo Erectus dan Homo Sapien di lokasi Sangiran, Sambung Macan (Sragen),Trinil, Ngandong dan Patiayam (kudus).

4.  Penelitian tentang manusia Purba oleh bangsa Indonesia dimulai pada tahun 1952 yang dipimpin oleh Prof. DR. T. Jacob dari UGM, di daerah Sangiran dan sepanjang aliran Bengawan Solo.

Fosil Manusia Purba yang ditemukan di Asia, Eropa, dan Australia adalah :

  • Semuanya jenis Homo yang sudah maju : Serawak (Malaysia Timur), Tabon (Filipina), dan Cina.
  • Fosil yang ditemukan di Cina oleh Dr. Davidson Black, dinamai Sinanthropus Pekinensis.
  • Fosil yang ditemukan di Neanderthal, dekat Duseldorf, Jerman yang dinamai Homo Neaderthalensis.
  • Menurut Dobois, bangsa asli Australia termasuk Homo Wajakensis, sehingga ia berkesimpulan Homo Wajakensis termasuk golongan bangsa Australoid.

Jenis-jenis Manusia Purba  yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis :

1.  Meganthropus

2.  Pithecanthropus

3.  Homo

Ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di Indonesia :

1.  Ciri Meganthropus     :

  • Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
  • Badannya tegak
  • Hidup mengumpulkan makanan
  • Makanannya tumnuhan
  • Rahangnya kuat

2.  Ciri Pithecanthropus    :

  • Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
  • Hidup berkelompok
  • Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
  • Mengumpulkan makanan dan berburu
  • Makanannya daging dan tumbuhan

3.  Ciri jenis Homo    :

  • Hidup antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu
  • Muka dan hidung lebar
  • Dahi masih menonjol
  • Tarap kehidupannya lebih maju dibanding manusia sebelumnya

 

CORAK KEHIDUPAN PRASEJARAH INDONESIA DAN HASIL BUDAYANYA

Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk  budaya yaitu :

  • Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
  • Bentuk budaya yang bersifat Material

i.   Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :

  • Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris
  • Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.

ii.   Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :

  • Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan
  • Bersifat Permanen (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan

iii.  Sistem bercocok tanam/pertanian

  • Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
  • Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
  • Sistem huma untuk menanam padi
  • Belum dikenal sistem pemupukan

iv.  Pelayaran

Dalam pelayaran  manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)

v.  Bahasa

  • Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
  • Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Bahan Ajar Kuliah" Lainnya